Blogger Templates

Selasa, 10 Maret 2015

Akuntansi Internasional - Kurs

Nama : Eka Sri Wahyuningsih
NPM : 22211364
Kelas : 4EB21
Mata kuliah : Akuntansi Internasional Softskill
berikut ini adalah tabel kurs transaksi Bank Indonesia
 
Soal dan Jawaban:

1.    Tn. Riky ingin kembali ke Indonesia, sebelum ke Indonesia Tuan Riky bberkunjung ke Singapura, Korea, dan Kanada, sisa uangnya sebesar SGD 300, KRW 600, dan CAD 900 ke dalam rupiah, maka berapa rupiah yang ia terima?
Jawab:
SGD 300 x 9390,76 (Kurs Beli) =      Rp 2.817.228
KRW 600 x 11,61 (Kurs Beli) =         Rp       6.966
CAD 900 x 10280,88 (Kurs Beli) =   Rp 9.252.792     +
                                                          Rp 12.076.986

2.      Ny. Rasmi ingin menjelajahi Amerika, dana yang dibutuhkan sebesar USD 10.000 berapa dana yang harus Ny. Rasmi siapkan jika ia mempunyai simpanan NZD 10.000 ?
Jawab:
NZD 10.000 x 9489,52 (Kurs Beli) = Rp 94.895.200
USD 10.000 x 13124 (Kurs Jual) = Rp 131.240.000
Rp 131.240.000 – Rp 94.895.200 = Rp 36.344.800

3.     Tn. Yogi mendapatkan kiriman dari pacarnya yang bekerja di Jepang sebesar JPY 900 dan mendapatkan kiriman dari temannya yang mempunyai hutang dengannya sebesar USD 1000. Berapa rupiah yang akan diterima oleh Tn. Yogi ?
Jawab:
JPY 900 x 10679,71 (Kurs Beli) = Rp 9.611.739
USD 1000 x 12994 (Kurs Beli)   = Rp 12.994.000 +
                                                       Rp 22.605.739

4.      Ny. Nani memenangkan sebuah kontes hijabers yang diadakan di Saudi Arabia dengan hadiah berupa uang sebesar SAR 20.000. berapa rupiah yang didapat Ny. Nani ?
Jawab:
SAR 20.000 x 3464,79 (Kurs Beli) = Rp 69.295.800
Dikenakan pajak sebesar 15% (hadiah antara 50 juta – 250 juta)
Rp 69.295.800 x 15% = Rp 10.394.370
Jadi yang diterima Ny. Nani sebesar :
Rp 69.295.800 – Rp 10.394.370 = Rp 58.901.430

5.      Ny. Nessa mengimpor kain dari hongkong dengan harga HKD 5.500. Berapa SGD yang harus dibayar oleh Ny. Nessa ?
Jawab:
HKD 5500 x 1691,39 (Kurs Jual) = Rp 9.302.645
Rp 9.302.645 : 9486,09 (Kurs Jual) = SGD 980,66

6.      Berapa kurs jual dan kurs beli, bila terdapat uang Kroner Norwegia sebesar NOK 900 ?
Jawab :
Kurs Jual = NOK 900 x 1651,86 = Rp 1.486.674
Kurs Beli = NOK 900 x 1634,88 = Rp 1.471.392

7.      Liburan kuliah ini Ny. Eka ingin pergi ke Swedia, dia mempunyai uang sebesar Rp 10.000.000 dan ia ingin menukarkan rupiahnya, berapa SEK yang ia peroleh?
Jawab:
Rp 10.000.000 : 1544,82 (Kurs Jual) = SEK 6473,24

8.      Berapa PGK yang diperoleh dari penukaran 10.000 dengan kurs jual 5052,72 dan kurs beli 4810,38 ?
Jawab :
Kurs jual = 10.000 x 5052,72 = 50.527.200
Kurs beli = 10.000 : 4810,38 = 2,0788

9.      Ny. Amelia berkunjung ke Indonesia dengan membawa uang MYR 1500. Ketika ditukar ke Bank maka uang yang didapat Ny. Amelia sebesar ?
Jawab :
MYR 1500 x 3517,12 (Kurs Beli) = Rp 5.275.680
10.  Rani ingin berkunjung ke Thailand, ia memiliki uang sebesar Rp 9.000.000, kemudian ia ingin menukarkan uang rupiah nya ke Baht Thailand, berapa Baht yang akan diterima Rani ?
Jawab :
Rp 9.000.000 : 402,58 (Kurs Jual) = THB 22355,80

Jumat, 21 November 2014

ETIKA PROFESI AKUNTANSI



Pengertian Etika
Pengertian etika (etimologi), berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” , yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan berat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik dan menghin dari hal-hal yang buruk.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk,tentang hak dan kewajiban moral.
Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun apa yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.
Pengertian dan Definisi Profesi
Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, didalamnya pemakaian dengan cara yang benar. Ketrampilan dan keahlian yang tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia.

Pengertian Etika Profesi Akuntansi
Etika Profesi Akuntansi adalah suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan.

Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika, sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)
  • Tanggung jawab profesi
seorang akuntan harus bertanggung jawab dan mempertimbangkan moral dan profesional dalam segala kegiatan yang dilakukan.
  • Kepentingan publik
seorang akuntan harus melayani kepentingan publik, menghrmati publik dan menjaga komitmen profesionalisme.
  • Integritas
seorang akuntan harus manjaga kepercayaan publik, memenuhi tanggungjawab dan meningkatkan integritas setinggi mungkin.
  • Obyektifitas
seorang akuntan dalam memenuhi tanggungjawabnya harus menjaga obyektifitas dan menjaga benturan dari kepentingan
  • Kompetensi dan kehati-hatian
seorang akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
  • Kerahasiaan
seorang akuntan harus menjaga kerahasiaan kepentingan kliennya dan tidak boleh mengungkapkan informasi tanpa persetujuan kecuali ada hak profesional dan hukum untuk mengungkapkannya.
  • Perilaku profesional
sebagai akuntan profesional dituntut konsisten dan selaras dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhkan perilaku yang dapat menjatuhkan profesionalisme. 
  • Standar Teknis
akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan

6 Etika Profesi Akuntansi
Jenis Profesi yang ada antara lain : 

1.      Akuntan Publik = merupakan satu-satunya profesi akuntansi yang menyediakan jasa audit yang bersifat independen. Yaitu memberikan jasa untuk memeriksa, menganalisis, kemudian memberikan pendapat / asersi atas laporan keuangan perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum. 
2.      Akuntan Manajemen = merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa bertugas atau bekerja di perusahaan-perusahaan. Akuntan manajemen bertugas untuk membuat laporan keuangan di perusahaan 
3.      Akuntan Pendidik = merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa bertugas atau bekerja di lembaga-lembaga pendidikan, seperti pada sebuh Universitas, atau lembaga pendidikan lainnya. Akuntan manajemen bertugas memberikan pengajaran tentang akuntansi pada pihak – pihak yang membutuhkan. 
4.      Akuntan Internal = adalah auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas audit yang dilakukannya terutama ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja. 
5.      Konsultan SIA / SIM = Salah satu profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh akuntan diluar pekerjaan utamanya adalah memberikan konsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan sistem informasi dalam sebuah perusahaan.Seorang Konsultan SIA/SIM dituntut harus mampu menguasai sistem teknologi komputerisasi disamping menguasai ilmu akuntansi yang menjadi makanan sehari-harinya. Biasanya jasa yang disediakan oleh Konsultan SIA/SIM hanya pihak-pihak tertentu saja yang menggunakan jasanya ini. 
6.      Akuntan Pemerintah = adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Meskipun terdapat banyak akuntan yang bekerja di instansi pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembagian (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BAPEKA), dan instansi pajak. 

SUMBER :
http://mahdy-cute.blogspot.com/2011/10/pengertian-etika-profesi-akuntansi.html

Minggu, 12 Oktober 2014

PERBANKAN SYARIAH MASIH HADAPI MASALAH SUMBER LIKUIDITAS



I.                  PENDAHULUAN
Secara umum tugas utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Kemudian dana yang telah terkumpul tersebut disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit), serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Untuk bisa menghimpun dana dari masyarakat, maka bank memiliki keharusan untuk meyakinkan nasabah bahwa uang yang mereka titipkan dijamin keamanannya. Dengan demikian, agar bisa memberikan keamanan kepada para nasabah, maka bank tersebut haruslah likuid.
Kajian mengenai likuiditas di dunia perbankan, merupakan satu keharusan yang harus dilakukan, baik itu oleh pihak perbankan, praktisi keuangan, ataupun pihak-pihak ketiga yang berencana menitipkan dananya di bank. Pentingnya penilaian atas likuiditas suatu bank, merupakan salah satu cara untuk bisa menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi yang sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat.
Salah satu penyebab kebangkrutan suatu bank adalah karena ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Oleh karena itu, likuiditas yang tersedia harus cukup sehingga tidak mengganggu kebutuhan operasional . Saat dilanda krisis moneter tahun 1998-1999, banyak sekali bank yang terlikuidasi. Pada tanggal 13 Maret 1999 saja, setidaknya ada 31 bank yang dilikuidasi oleh pemerintah, antara lain : BDNI, Budi Int'l , Centris , Deka, Dana Asia, Dewa Rutji, Dana Hutama, BDI, Intan, Hokindo, Indotrade , Kredit Asia , Modern , Namura Int'l , Putra Surya Perkasa, Pelita , Pesona , Surya , Subentra , SGP , Tata , Yama , BUN , Uppindo , Aspac, Orient , BCD , Hastin , Ganesha , Harda Int'l , Aken . Hal ini kemudian menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat menjadi berkurang, atau bisa dikatakan menjadi hilang. Lantas mereka beramai-ramai menarik dananya dari bank. Yang terjadi kemudian adalah banyak sekali bank yang gulung tikar, diakuisisi, dimerger dan lain sebagainya.
Rumusan :
1.      Bagaimana kondisi perbankan syariah terhadap sumber likuiditasnya?
2.      Bagaimana pengelolaan dan instrumen dalam likuiditas perbankan syariah?


II.               PEMBAHASAN
Sumber likuiditas saat ini menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh perbankan syariah. Masih enggannya institusi formal untuk menyimpan danaya di perbankan syariah karena mereka yang dianggap tidak terlalu baik membuat perbankan syariah sulit berkembang. Dana- dana institusi seperti BUMN, Kementrian atau lembaga masih enggan masuk ke perbankan syariah. Jika masalah tersebut diatasi maka pernamkan syariah akan mendapatkan sumber likuiditas yang lebih baik termasuk saat kondisi perekonomian sedang bergejolak seperti saat ini.
Bank syariah juga harus gencar melakukan edukasi kepada masyarakat sehinggan mereka menjadi terbiasa dengean praktik bank syariah, sebab sampai sekarang nasabah masih terbiasa dengan fix margin yang ada di perbankan konvensional.
Pengelolaan likuiditas dalam perbankan syariah
Fungsi dari manajemen likuiditas salah satunya adalah untuk memberikan keyakinan kepada para penyimpan dana bahwa deposan(penyimpanan uang di bank secara deposito) dapat menarik sewaktu-waktu dananya atau pada saat jatuh tempo dana tersebut dapat ditarik. Oleh karena itu bank wajib mempertahankan sejumlah dana likuid agar bank dapat memenuhi kewajibannya tersebut.
Dalam bank syariah manajemen likuiditas  secara konsep tidak jauh berbeda dengan manajemen bank konvensional. Baik itu dari segi tujuan dan resiko yang akan dihadapi oleh bank syariah. Yang membedakan hanyalah pada akad yang digunakan ketika melakukan kontrak. Selama ini alat untuk manajemen likuiditas dalam bank syariah adalah PUAS (pasar uang antar bank syariah) dengan akad wadiah, SIMA (sertifikat mudharabah antar bank syariah) dan SWBI (surat wadiah bank indonesia) juga dengan akad wadiah. Apabila suatu bank kekurangan likuiditas, maka bank tersebut akan meminjam kepada bank lain berupa PUAS, SWBI atau menerbitkan SIMA, dan sebaliknya. Jadi pada prinsipnya manajemen bank baik konvensional maupun syariah tidak jauh berbeda. Yang membedakan dan yang ditekankan adalah bagaimana cara mendapatkan dana tersebut haruslah sesuai dengan syariah.


Istrumen Likuiditas Bank Syariah
Untuk mengatasi masalah likuiditas dalam dunia perbankan, baik itu bersifat kelebihan likuiditas ataupun kekurangan likuiditas, maka banyak sekali cara yang bisa digunakan. Ketika terjadi kelebihan likuiditas, pemerintah bisa mengatasinya dengan cara menerbitkan surat berharga islami, baik itu seperti sukuk dan lainnya.
Adapun instrumen yang harus dilakukan bank agar senantiasa dapat tetap likuid adalah:
1.        Memiliki Primary Reserve ( Cadangan Primer )
Yaitu dalam kas atau saldo yang ada pada Bank Indonesia atau Bank lain. Dalam dunia perbankan, primary reserve terdiri dari:
a.       Giro pada Bank Sentral atau Giro Wajib Minimum (GWM).
b.        Kas pada valuta.
c.       Giro pada bank lain.
d.      Item-item uang tunai yang masih dalam proses inkaso.

2.        Memiliki Secondary Reserve
Yaitu cadangan yang berfungsi sebagai penyangga Primary Reserve, ditanam dalam bentuk investasi jangka pendek.

3.          Mempunyai akses ke pasar uang.
Pasar uang yang dimaksudkan di sini adalah pasar uang antar bank syariah dan pasar modal syariah :
a.    Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS).
b.   Pasar Modal Syariah.
c.    Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek bagi Bank Syariah (FPJPS).
d.   LPS (Lembaga Penjamin Simpanan ) Sebagai Sarana Penunjang Likuiditas Perbankan.

III.             KESIMPULAN
Manajemen likuiditas merupakan perkiraan terhadap permintaan dana oleh masyarakat dan penyediaan cadangan untuk memenuhi semua kebutuhan. Instrumen likuiditas yang biasa digunakan dalam bank syari’ah bisa berupa : Pertama, Primary reserves, yang terdiri dari alat likuid (kas, giro pada bank sentral atau bank koresponden, dan inkaso). Kedua, Secondary reserves, yang terdiri dari instrument keuangan syariah. Jika terjadi kekurangan likuiditas, maka Bank Syariah atau Unit Usaha Syariah perlu mengupayakan dana dari Pasar Uang Antar Bank Syariah (PUAS) dan jika tidak mencukupi, maka Bank Indonesia akan memberi Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek Syariah (FPJPS) dengan agunan berupa Sertifikat Wadiah Bank Indonesia (SWBI). Dengan didirikankan Lembaga Penjamin Simpanan, maka masyarakat yang menyimpan dananya di bank tidak perlu khawatir ketika suatu bank mengalami masalah kesulitan likuiditas. Simpanan setiap nasabah dijamin sampai batas maksimum yang telah ditentukan serta bunga/bagi hasil untuk nasabah akan dibayarkan oleh LPS.  

SUMBER :